STRATEGI DALAM MEMBUKA POSISI

STRATEGI DALAM MEMBUKA POSISI - Selamat datang di blog Yulia Indo, Info kali ini adalah tentang STRATEGI DALAM MEMBUKA POSISI !! Semoga tulisan singkat dengan kategori Trading Forex !! ini bermanfaat bagi anda yang membutuhkan. Dan untuk anda yang baru berkunjung kenal dengan blog sederhana ini, Jangan lupa ikut menyebarluaskan postingan bertema STRATEGI DALAM MEMBUKA POSISI ini ke social media anda, Semoga rezeki berlimpah ikut di permudahkan sang khalik yang maha kuasa, Selengkapnya lansung lihat infonya dibawah -->


Ketika belum ada strategi trading yang mantap sebagai pedoman, seorang trader biasanya mengalami kesulitan saat akan membuka sebuah posisi. Hal ini sering dialami trader pemula yang sedang mencoba-coba berbagai metode yang cocok, dengan harapan bisa diterapkan seterusnya. Karena sering berganti metode maka hasil tradingnya cenderung tidak konsisten. Salah satu kemungkinan yang menyebabkan kesulitan dalam membuka posisi adalah digunakannya banyak indikator teknikal hingga terkesan kompleks. Beberapa sinyal indikator teknikal bisa saling berlawanan hingga sulit untuk menyimpulkan sinyal trading yang valid dan menyebabkan keraguan saat akan membuka posisi.

Jika kebetulan Anda mengalami hal serupa, artikel ini mencontohkan cara membuka posisi yang sederhana dan cukup efektif, yaitu dengan metode price action. Tentu saja ini bukan satu-satunya cara, Anda mungkin masih perlu menggabungkan analisa fundamental yang penting sebelum benar-benar memulai trading.
Untuk  menentukan apakah Anda layak membuka posisi atau tidak, pada umumnya ada 2 hal yang mesti Anda ketahui:
1. Apakah setup sinyal trading sudah cukup valid
2. Apakah Anda bisa memperoleh risk/reward ratio yang memadai 

Sinyal trading yang valid

Pada kenyataannya tidak ada sinyal trading yang benar-benar valid atau sempurna tanpa kesalahan. Sinyal trading yang valid adalah yang probabilitas kebenarannya lebih besar dibandingkan dengan sinyal yang kurang valid. Anda bisa menentukan sebuah sinyal trading telah valid bila Anda merasa mantap dan tidak ada keraguan untuk membuka posisi. Paling tidak dengan metode price action tidak ada sinyal yang ambiguousatau saling berlawanan, hanya ada satu sinyal, yang berarti entry atau tidak.

Yang harus diperhatikan sebelum membuka posisi:
- Bagaimana kondisi pasar sekarang? Trending (uptrend atau downtrend) atau sideways, dan volatilitasnya rendah atau cukup tinggi? 
- Apakah Anda telah menentukan level-level support dan resistance? Level-level ini sangat penting untuk mengetahui batas-batas pergerakan harga selanjutnya. Selain garis horisontal, sebaiknya Anda juga menambahkan indikator moving average sebagai acuan level support dan resistance dinamis yang mengikuti arah pergerakan harga.
- Apakah telah tampak setup price action (pin bar, inside bar dan lainnya) sebagai sinyal untuk entry?
- Jika sudah tampak setup price action, apakah ada faktor pendukung kuat dari level support atau resistance untuk mengetahui validitas sinyal tersebut?
- Langkah terakhir adalah menentukan risk/reward ratio yang logis dan memadai sesuai dengan money management yang telah Anda sepakati.

Jika Anda telah yakin dengan semua item diatas, selanjutnya Anda periksa apakah ada rilis berita penting pada saat bersamaan yang akan berdampak besar pada pasangan mata uang pilihan Anda? Jika ada berita atau rilis data fundamental yang akan berdampak tinggi sebaiknya Anda menunda beberapa saat setelah berita dirilis. Bila Anda belum benar-benar paham dengan strategi trading berdasarkan berita fundamental (trade by news), volatilitas saat berita dirilis bisa tidak beraturan dan resiko untuk terjadinya slippage cukup besar.

Berikut contoh setup price action sebagai sinyal untuk membuka posisi (indikator tambahan: ema 8 dan ema 21):



                        

- Kondisi pasar : downtrend, volatilitas sedang.
- Garis support telah ditembus dan sekarang jadi resistance.
- Setup price action yang tampak: pin bar dengan harga penutupan lebih rendah dari pembukaan (bearish candlestick).
- Faktor pendukung: penolakan (rejection) pin bar pada resistance, dan menembus garis moving average.

Dari data diatas kita bisa menyimpulkan bahwa sinyal pin bar tersebut cukup valid untuk digunakan sebagai acuan membuka posisi.


Contoh untuk kondisi pasar uptrend:



                

- Kondisi pasar : uptrend, volatilitas sedang.
- Garis resistance telah ditembus dan sekarang kembali menjadi level support.
- Setup price action yang tampak: pin bar dengan harga penutupan lebih tinggi dari pembukaan (bullish candlestick).
- Faktor pendukung: penolakan (rejection) pin bar pada garis support.

Sebagai konfirmasi untuk entry, kita membuka posisi buy setelah candlestick pin bar selesai terbentuk. Kondisi pin bar pada garis support menggambarkan momentum bullish yang sedang terjadi. Dalam hal ini kita entry hanya bila sinyal trading telah cukup valid yaitu dengan adanya rejection pada level support. Entry pada saat garis resistance ditembus (break) bisa beresiko bila ternyata terjadi false break atau sinyal palsu.

Penentuan stop loss dan risk/reward ratio

Faktor lain untuk menentukan layak tidaknya kita membuka posisi adalah kemungkinan besarnya reward (profit) yang akan kita dapatkan. Hal ini bisa kita lakukan dengan menentukan level stop loss yang realistis, tidak dengan perkiraan semata. Stop loss yang realistis artinya level dimana sinyal trading kita sudah tidak valid lagi.

Contoh 1:


                

Pada contoh diatas kita entry setelah pin bar selesai terbentuk, dengan faktor pendukung rejection pada level support dan garis moving average. Stop loss diset beberapa pip dibawah level support, dengan asumsi bila support ditembus oleh bar berikutnya (setelah pin bar), berarti sinyal trading kita (pin bar) salah, dan memang harus loss.

Setelah itu kita kita tentukan risk/reward ratio yang obyektif tetapi memadai sesuai dengan kondisi pasar saat itu. Jika ternyata ratio yang mungkin kita peroleh kurang dari 1:1, banyak trader berpengalaman menganjurkan agar sebaiknya kita tidak membuka posisi. Biasanya risk/reward ratio diset lebih besar dari 1:1 sampai 1:2.

Contoh 2:


                

Level stop loss diset beberapa pip diatas resistance, dan target (reward) ditentukan pada level support dibawahnya. Jika risk/reward ratio dianggap terlalu besar, misal lebih dari 1:3, maka level stop loss bisa diperbesar hingga diperoleh ratio sekitar 1:2. Jika nanti ternyata sinyal trading kita benar, level stop loss bisa diperkecil atau digeser kearah bawah dengan teknik trailing stop. Memperbesar stop loss memang menambah resiko, tetapi ini hanya salah satu strategi, sangat relatif dan tergantung dari pengalaman masing-masing trader.

Sebagai kesimpulan, faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan dalam membuka sebuah posisi trading adalah:
- Sinyal trading dengan probabilitas tinggi
- Level stop loss yang realistis, tidak memaksakan stop loss sedekat mungkin dengan level entry untuk memperoleh position size yang besar (serakah).
- Risk/reward ratio minimal 1:1. Ini penting untuk memperoleh hasil trading yang memadai dalam jangka panjang.